WAHANA

TENTANG KAMI

Setiap tas menyimpan satu cerita.

Dibuat satu per satu, dari tangan ke tanganmu.

Ahmad, pendiri Wahana

Ahmad, pendiri Wahana · Soreang, 2024

Cerita Kami

"Bapak saya seorang penjahit. Ia tidak pernah membuat tas — hanya baju. Tapi tangannya mengajarkan satu hal yang tidak pernah saya lupakan: sebuah benda buatan tangan menyimpan jiwa pembuatnya."

Tahun 2016, di ruang belakang rumah seluas 3x4 meter di Soreang, saya mulai. Tidak ada mesin mahal. Hanya jarum, benang lilin, dan lembaran kulit dari Garut yang saya beli sendiri setiap bulan — kadang lebih mahal dari yang sanggup saya bayar. Tas pertama saya jelek. Tas kedua sedikit lebih baik. Tas ketujuh belas — seseorang mau membayarnya.

Wahana bukan nama bisnis. Ia adalah keyakinan — bahwa setiap orang berhak membawa sesuatu yang benar-benar miliknya. Sesuatu yang ia pilih sendiri, yang akan menemaninya bertahun-tahun, dan mungkin masih akan ada ketika ia tak lagi ada.

"Saya tidak ingin jadi brand besar. Saya ingin jadi brand yang diingat — oleh satu orang, seumur hidup."

Sejarah Kami

Perjalanan Wahana

2016

Semua dimulai dari ruang kecil di Soreang. Dengan alat sederhana dan lembaran kulit pertama yang dibeli dari tabungan pribadi, Ahmad mulai membuat tas satu per satu — belajar dari setiap jahitan yang belum sempurna.

Semua dimulai dari ruang kecil di Soreang. Dengan alat sederhana dan lembaran kulit pertama yang dibeli dari tabungan pribadi, Ahmad mulai membuat tas satu per satu — belajar dari setiap jahitan yang belum sempurna.
2019

Pesanan custom pertama datang dari seorang teman lama. Untuk pertama kalinya, sebuah tas bukan hanya dipakai — tetapi dibuat untuk menyimpan cerita seseorang.

Pesanan custom pertama datang dari seorang teman lama. Untuk pertama kalinya, sebuah tas bukan hanya dipakai — tetapi dibuat untuk menyimpan cerita seseorang.
2022

Wahana mulai bekerja langsung dengan penyamak kulit di Garut. Dari sana, lahir komitmen untuk menggunakan material lokal berkualitas dengan proses yang lebih jujur dan berkelanjutan.

Wahana mulai bekerja langsung dengan penyamak kulit di Garut. Dari sana, lahir komitmen untuk menggunakan material lokal berkualitas dengan proses yang lebih jujur dan berkelanjutan.
2026

Setelah bertahun-tahun berkembang secara organik, Wahana resmi hadir sebagai rumah bagi produk kulit buatan tangan — menggabungkan ketelitian, material terbaik, dan cerita yang bertahan lama.

Setelah bertahun-tahun berkembang secara organik, Wahana resmi hadir sebagai rumah bagi produk kulit buatan tangan — menggabungkan ketelitian, material terbaik, dan cerita yang bertahan lama.
Prinsip Wahana

FILOSOFI

Prinsip Kami

Setiap produk Wahana dibuat dengan memegang teguh nilai-nilai yang memastikan kualitas.

01

Kejujuran Bahan

Kami tidak menyembunyikan jenis kulit yang kami gunakan. Setiap tas datang dengan kartu material — mencantumkan asal kulit, metode penyamakan, dan nama penyamak mitranya. Jika ada cacat alami pada kulit, kami beritahu sebelum dibuat, bukan setelah.

02

Ketelitian Tangan

Setiap jahitan dikerjakan manual dengan dua jarum dan benang lilin khusus — 40 hingga 60 titik per 5 sentimeter. Tidak ada mesin jahit. Satu tas bisa membutuhkan lebih dari dua ribu titik jahitan, dikerjakan perlahan satu demi satu, sampai tangan pengrajin yakin semuanya sempurna.

03

Keabadian Produk

Kami menjahit untuk bertahan puluhan tahun — bukan untuk tren musim ini. Kulit full grain justru semakin indah seiring usia; goresannya membentuk patina yang unik, seperti tanda perjalananmu sendiri. Beberapa pelanggan kami sudah merencanakan untuk mewariskan tasnya kepada anaknya.

Bahan Baku Lokal

Dari Garut, untuk dunia.

Pertama kali Ahmad datang ke Sukaregang, ia tidak langsung membeli. Ia duduk di bengkel penyamak selama dua jam — mencium aroma kulit yang sedang dijemur, menyentuh lembaran yang berbeda-beda ketebalannya, mendengarkan cara keluarga penyamak berbicara tentang pekerjaan mereka yang diwariskan turun-temurun.

Garut bukan sekadar sumber bahan baku kami. Ia adalah awal dari setiap tas yang kami buat. Kami bermitra langsung agar kualitas terjaga dan pengrajin mendapat harga yang adil untuk keahlian yang mereka jaga selama generasi.

  • Kulit Full Grain dari penyamak Sukaregang, Garut
  • Diproses dengan metode vegetable tanning tradisional
  • Bebas chromium — aman dan ramah lingkungan